Bea Cukai targetkan tekan angka peredaran rokok ilegal hingga 3% di tahun 2020.
Oleh : I Komang Rudy S
KPPBC Tipe Madya Pabean C Banyuwangi -

Banyuwangi - (19/2/2019) Berdasarkan survei yang dilakukan oleh UGM, angka peredaran rokok ilegal di tahun 2018 turun hingga 7,04%. Berbagai upaya pemberantasan tahun 2018 telah dilakukan oleh DJBC untuk menekan angka peredaran rokok ilegal. Bea Cukai tergetkan tekan angka peredaran rokok ilegal hingga 3% di 2020.

Pada 2018 total penindakan rokok ilegal mencapai 5.430 penindakan atau 388,4 juta batang dan telah berhasil mengamankan potensi penerimaan negara hingga Rp237,8 Miliar.

Berbagai operasi untuk memberantas rokok ilegal sepanjang tahun 2018 meliputi Operasi Patuh Sempadan I, Operasi Patuh Ampadan II, dan Operasi Gempur.

Tantangan untukmenekan angka peredaran rokok ilegal hingga 3%, selain melakukan upaya pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai juga akan terus menjalin dengan penegak hukum lainya, menjalin sinergi yang baik dengan pengusaha yang sudah legal, mengadakan sosialisasi untuk meningkatkan awareness terhadap Rokok Ilegal kepada masyarakat.

Untuk mengukur capaian tersebut, lebih lanjut Bea Cukai akan melaksanakan survei secara internal disebut Survei Internal Rokok Ilegal (SIRI). Kegiatan asistensi ini dilakukan pada PT Dewata Kencana dan PT Bintang Terang Sakti Banyuwangi. Langkah ini merupakan langkah untuk menertibkan dan menyeragamkan pencatatan yang dilakukan oleh Penyalur MMEA, sehingga pencatatan yang dilakukan mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

#beacukai
#beacukaibanyuwangi
#beacukaimakinbaik
#kemenkeuterpercaya

TINGGALKAN KOMENTAR
Komentar Untuk : Bea Cukai targetkan tekan angka peredaran rokok ilegal hingga 3% di tahun 2020.
Tidak Ada Komentar
?>