Bea Cukai Banyuwangi Belajar Literasi dan Fotografi
Oleh : I Komang Rudy S
KPPBC Tipe Madya Pabean C Banyuwangi -

Banyuwangi - “Anjing menggigit orang bukanlah berita. Tapi orang menggigit anjing, baru sebuah berita”. Pomeo yang terkenal dari Charles A. Dahana ini menjadi panduan bagi wartawan untuk mencari dan menulis berita yang unik dari segi penulisannya. Tim Redaksi Radar Banyuwangi membagikan ilmunya kepada Pegawai Bea Cukai Banyuwangi tentang literasi dan fotografi dalam acara workshop yang diadakan di Ruang Rapat Kawah Ijen, KPPBC TMP C Banyuwangi kemarin (13/03).

Acara dibuka oleh Bapak R. Evy Suhartantyo selaku Kepala KPPBC TMP C Banyuwangi yang menyampaikan pentingnya literasi sebagai kunci manusia untuk berproses menjadi manusia yang lebih berpengetahuan dan berperadaban, salahsatunya dengan meningkatkan kemampuan membaca buku dan menulis. Ajakan kepala kantor kepada seluruh pegawai untuk membudayakan literasi .

Hadir sebagai narasumber, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Banyuwangi, Syaifuddin Mahmud, Manager Event Gerda Sukarno Prayuda, dan General Manager, Bayu Saksono.

Dalam menulis berita, hal-hal yang harus diperhatikan menurut Syaifuddin Mahmud, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Banyuwangi yaitu menentukan kerangka berita terlebih dahulu 5W+1H (What, When, Where, Who, Why, How). Kemudian menulisnya dalam bentuk paragraf dengan gaya bahasa bertutur dan mengalir agar para pembaca dapat larut dalam emosi yang ingin ditonjolkan oleh penulis.

Wartawan juga harus memerhatikan segi keamanan sebuah peliputan dan pemberitaan. Apabila pemberitaan dari suatu kejadiaan menyangkut rahasia yang bila diketahui oleh khalayak akan mengancam keamanan, maka berita tersebut sebaiknya tidak dipublikasikan.

Kemampuan yang perlu dimiliki dalam menunjang penulisan berita selain literasi yaitu fotografi, foto akan memperjelas maksud kepada pembaca. Mengambil gambar perlu memperhatikan kondisi cahaya, sudut pandang, dan objek yang akan kita foto. “Foto yang baik yaitu foto yang enak dilihat.” – kata Gerda Sukarno. Sudut pengambilan foto memengaruhi persepsi orang yang melihatnya dan pesan yang terkandung di dalam foto tersebut.

General Manager Jawa Pos Radar Banyuwangi, Bayu Saksono melanjutkan workshop dengan mengajarkan bagaimana cara menulis sebuah opini. Opini yang baik yaitu opini yang terdiri tidak lebih dari 700 kata dan ditulis dengan bahasa yang populer agar dapat dipahami pembaca. Sebelum dimuat, opini yang telah dikirimkan akan melalui proses editting oleh tim redaksi, kemudian dimuat pada kolom Opini.

Bahasan yang diangkat dalam opini adalah informasi up to date dan gagasan baru yang belum ditulis oleh orang lain. Menambah bahan bacaan , observasi, dan diskusi dapat memperkaya referensi dan perspektif dalam menulis sebuah opini. Sebagai penutup, Bayu membagikan beberapa tips agar tulisan/opini dimuat di media yaitu mengenali karakter media, membuat judul paling banyak 7 kata, pembahasan yang tidak melebar, dan meneliti ulang sebelum dikirim kepada media. Pada akhir sesi Bayu berpesan untuk jangan takut menulis.

#beacukaimakinbaik

TINGGALKAN KOMENTAR
Komentar Untuk : Bea Cukai Banyuwangi Belajar Literasi dan Fotografi
Tidak Ada Komentar
?>